Penggerek batang padi merupakan hama yang sangat penting pada padi dan sering menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen secara nyata. Terdapatnya penggerek di lapang dapat dilihat dari adanya ngengat di pertanaman dan larva di dalam batang (Gambar 5: larva penggerek batang padi bergaris). Mekanisme kerusakan disebabkan larva merusak sistem pembuluh tanaman di dalam batang.
Stadia tanaman yang rentan terhadap serangan penggerek adalah dari pembibitan sampai pembentukan malai. Gejala kerusakan yang ditimbulkannya mengakibatkan anakan mati yang disebut sundep pada tanaman stadia vegetatif (Gambar 6); dan beluk (malai hampa) pada tanaman stadia generatif (Gambar 7). Siklus hidupnya 40-70 hari tergantung pada spesiesnya.
Ambang ekonomi penggerek batang adalah 10% anakan terserang; 4 kelompok telur per rumpun (pada fase bunting). Perlu diketahui bahwa kerusakan pada stadia generatif maka tindakan pengendalian sudah terlambat atau tidak efektif lagi.
Aplikasi insektisida dilakukan bila keadaan serangan melebihi ambang ekonomi atau jika populasi ngengat meningkat pada saat tanaman fase generatif. Gunakan insektisida yang berbahan aktif:
- karbofuran,
- bensultap,
- bisultap,
- karbosulfan,
- dimehipo,
- amitraz, atau
- fipronil.
Sumber :
Tampilkan postingan dengan label Pengendalian OPT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengendalian OPT. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Januari 2019
Jumat, 24 November 2017
Pengendalian Kepinding Tanah (Scotenophore vermiculata Voll, Podops vermiculata)
Kepinding tanah atau disebut juga kepinding air (Scotenophore vermiculata Voll, Podops vermiculata) adalah serangga kepik. Warnanya coklat hitam, besarnya 7 - 10 mm.
![]() |
| Kepinding tanah atau kepik |
Di siang hari sangat lamban bergerak dan biasanya berkumpul dalam gerombolan yang besar di tengah-tengah bagian bawah tanaman, kadang-kadang juga sedikit masuk ke dalam lumpur atau sisa-sisa bahan organik. Jika di siang hari cuaca mendung serangga naik ke bagian tanaman yang lebih tinggi dan juga bagian bawah daun. Di malam hari suka terbang dalam gerombolan yang besar berkumpul pada sumber cahaya atau lampu.
Telur kepik diletakkan pada pangkal batang atau daun padi dalam barisan sebanyak 20 - 65 butirPanjang telur kepik 1 mm, mula-mula warnanya hijau abu-abu dan pada waktu akan menetas warnanya menjadi ungu. Telur ini biasanya dijaga oleh induknya.
Masa jadi telur kepik selama 33 - 41 hari dan jumlah telur tiap betina adalah 300 - 600 butir. Masa bertelur sampai 115 hari. Kepik dewasa dapat hidup sampai 200 hari. Serangga atau kepik dewasa dari keturunan terakhir, setelah padi dipanen tinggal di sekitar tempat itu dalam keadaan tidak aktif sampai terdapat lagi tanaman padi berikutnya yang berumur 30 minggu. Disini kepik mulai kawin lagi dan bertelur.
Rabu, 22 November 2017
Mengenal Penyakit Blast
![]() |
| Padi yang terserang penyakit Blast |
Penyakit Blast atau busuk pangkal malai atau busuk lehar padi disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae Cav. Cendawan ini terdapat di semua negara yang menanam padi. Lebih dari 60 negara yang telah melaporkan adanya penyakit ini.
Gejala serangan pada daun terjadi selama periode vegetatif tanaman padi. Pada daun terjadi selama fase bibit, bercak-bercak pada lokasi yang sakit seperti mata pintal, kedua ujungnya lancip, pada pinggirnya sering terlihat warna coklat keabu-abuan. Ukuran dan warnanya tergantung dengan keadaan dan ketahanan varitas padi.
Pada varietas yang tahan atau selama keadaan tidak menguntungkan cendawan untuk berkembang biak menjadi penyakit, bercak akan menjadi kecil, lebih coklat dan lebih sempit. Kadang-kadang hanya bintik coklat saja yang terlihat. Pada keadaan yang menguntungkan bagi cendawan bercak menjadi besar dan berwarna keabu-abuan.
Kerusakan yang paling parah terjadi apabila leher malai terserang. Bercak sering terjadi dekat buku paling atas. Leher malai mulai paling mudah mendapat serangan pada saat permulaan keluarnya malai.
Lambat laun sejalan dengan masaknya malai, kepeakaan itu berkurang Terbentuknya bercak-berak serangan coklat keabu-abuan yang megelilingi leher menyebabkan malai patah (patah leher, busuk leher). Bila serangan terjadi sebelum fase masak susu maka butir-butir padi menjadi hampa. Bila penyerangan terjadi pada stadium lebih lanjut, butir-butir padi mungkin berisi sebagian, setapi seperti berkapur dan mudah patah dan berwarna hijau.
Penyakit ini mungkin juga terapat pada buku batang. Buku-buku yang sering terserang menjadi hitam, kaku dan batang padatah pada bukunya. Gejala pada mayang, cabang-cabang dan butir-butir kelihatan seperti bercak coklat.
Organisme penyebab penyakit blast.
Penyakit blast disebabkan oleh cencawan Pyricularia oryzae Cav Konidia atau sporanya yang berbentuk bulan lonjong, tembus cahaya, dan bersekat dua (tiga ruangan), tumbuh pada tangkai konidia yang sederhana dan mudah lepas oleh hembusan angin.
Organisme ini terdiri dari banyak ras, yang memiliki kemampuan berbeda-beda dalam menginfeksi varietas-variaetas padi.
Konidia (spora) tinggal dan tumbuh pada daun-daun atau leher malai. Di tempat itu biasanya sering terdapat embun. Setelah tumbuh, blas langung meninfeksi jaringan. Untuk menginfeksi dan menimbulkan tanda-tanda penyakit yang dapat dilihat, sepora itu membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari. Siklus hidup cencawan ini sangat cepat. Kelembaban yang tinggi sangat menguntungkan bagi cendawan, sedangkan kelembaban yang rendah membatasi perlausan bercak serangan.
Beberapa faktor yang mendorong perkembangan penyakit blas adalah:
- Iklim basah, curah hujan tinggi, jumlah hari hujan yang cukup banyak, embun, kabut dan sebagainya.
- Terlalu banyak pemberian pupuk nitrogen.
- Varietas yang peka.
Rabu, 08 November 2017
MEMBUAT SENDIRI INSEKTISIDA BOTANI
Insektisida dari beberapa jenis tanaman
Bahan : daun mimba 8 kg, daun lengkuas 6 kg dan daun
serai 6 kg.
Cara pembuatan:
Bahan-bahan tersebut dihaluskan kemudian diaduk dalam
20 liter air dan direndam selam 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring
dengan kain halus. Larutan ini diencerkan dengan 60 liter air sambil dicampur
dengan 20 gram sabun colek atau ditergen. hasil ini dapat digunakan untuk
menyemprot lahan seluas 1 hektar.
Insektisida dari daun Babadotan
Daun Babadotan (Agregatum conyzoides) gulma
yang mengandung sapronin, flavanoid, polifenol dan minyak atsiri.
Daun babadotan ditumbuk halus kemundian direndam 10
gram bubuk daun dalam 100ml pelarut metanol.
Jika pelarut sulit diperoleh, dapat dipakai detergen
dengan cara merendam 0,5 kg daun babadotan dalam 1 leter air ditambah 1 gram
detergen. campuran ini diendapkan selam satu malam. Cairan hasil ekstraksi
dicampur dengan air dengan konsentrasi 1%(cairan ekstraksi dicampur dengan 1
liter air), cairan ini sudah cukup beracun bagi serangga.
Tepung daun babadotan jika dicampur dengan tepung
terigu mampu menghambat pertumbuhan serangga menjadi kepompong.
Insektisida dari daun Sirsak
Bahan terdiri dari 50 – 100 lembar daun sirsak
ditumbuk halus kemudian dilarutkan dalam 5 liter air yang dicampur dengan 15
gram sabun colek, selanjutnya diendapkan selama semalam. Disaring dengan kain
halus. hasil penyaringan diencerkan dengan 50 – 75 liter air.
Digunakan untuk mengendalilkan hama thrips yang
menyerang cabai.
Insektisida dari minyak Biji Mimba
Biji mimba 50 gram ditumbuk halus dilarutkan dalam 10
cc alkohol dan diaduk. Larutan ini diencerkan dengan 1 liter air lalu
diendapkan semalam. Larutan disaring dengan kain halus.
Ramuan ini dapat mengendalikan hama wereng coklat,
penggerek batang, dan nematoda yang mengganggu tanaman semusim seperti padi.
hama akan mati 2 – 3 hari setelah penyemprotan.
Insektisida dari Bawang Putih
Umbi bawang putih ditumbuk halus, lalu direndam dalam
minyak tanah dnegan perbandingan 1 bagian bawang putih dalam 2 bagian minyak
tanah. Campuran ini diendapkan selam 24 jam atau lebih, kemudian disaring
dengan kain halus. Larutan pekat ini dapat disimpan lama dalam botol tertutupl.
Penyemprotan, campurkan 3 sendok teh minyak bawang ke dalam 1 liter air
ditambah dengan 2 sendok teh sabun cair. Minyak bawang putih dapt berffungsi
sebagai penolak kehadiran serangga (repelen) yang efektif.
Insektisida dari Biji Mahoni
Biji mahoni (switenia marchophylla) ampuh untuk
mengusir walang sangit (Leptocorisa oratorius) pada tanaman padi.
Larutan perasan biji mahoni dengan konsentrasi 3%
sangat efektif untuk mengendalikan kutu daun (Macrosiphohella sanborni) pada
tanaman krisan.
Pembuatan dengan cara mencampurkan 3 gram biji mahoni
dalam 100 ml air, kemudian dihaluskan dengan blender. Cairan ini kemudian
disaring dan dapat disemprotkan pada tanaman yang terserang tingkat kematian
yang dihasilkan bisa mencapai 90% lebih pada hari keempat setelah aplikasi.
Insektisida dari Daun Sirih
Air perasan 300 gram daun sirih dicampur dengan 1
liter air mampu mengenalikan jamur Phythopthora palmivora penyebab busuk
pangkal batang.
Senin, 14 Maret 2016
PENGENDALIAN OPT (ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN) DENGAN PENDEKATAN PHT (PENGENDALIAN HAMA TERPADU)
Oleh:
Nuryani, SP.
Hama
padi yang utama di Provinsi Bengkulu diantaranya adalah tikus,
penggerek batang, walang sangit, wereng hijau, keong mas, wereng
cokelat, kepinding tanah, ulat grayak, hama putih, kepik hijau dan
burung.
Langganan:
Postingan (Atom)





